//
sedang membaca...
Ulasan

[Review] Jomblo: Sebuah Komedi Cinta (2006)


Bahas film lagi! Udah lama ya gak bahas film. Terakhir kalo gak salah bahas Inception deh, film-nya Christopher Nolan yang keren gila itu. Sekarang ngomongin film lokal aja, tapi film lama. Sebenarnya udah lama gw mau nulis tentang film ini, tapi gak tau kenapa ya, gak jadi-jadi. Ini adalah film lokal yang paling gw suka karena, ya lucu banget!

Film ini bercerita tentang empat jomblo jurusan Teknik Sipil di kampus UNB, Bandung. Maksudnya ITB kali ya? Empat jomblo ini adalah:

  • Agus Gurniwa, diperankan Ringgo Agus Rahman. Karakternya lugu dan konyol, dan Ringgo sukses menghidupkan karakter Agus dengan (maaf) tampang bodohnya. Agus jomblo karena ia kuliah di tempat dengan komposisi gender paling tidak imbang, mungkin 8:1, itu juga kucing betina sudah dihitung.
  • Bimo, diperankan oleh Dennis Adiswara. Bimo mungkin bukan satu-satunya anak Jogja di UNB, tapi dia satu-satunya anak dalang yang nyasar masuk Teknik Sipil UNB. Karakternya Jawa banget, tapi jorok dan urakan. Bimo jomblo karena, kenapa ya? Yang jelas dia sudah berkali-kali ditolak cewek.
  • Doni, diperankan Christian Sugiono. Doni ini tipikal anak kuliahan yang playboy, sukanya cuma main-main aja sama banyak cewek. Doni ini ganteng dan disukai banyak cewek, tapi dia tolak terus. Dia jomblo karena gak punya komitmen.
  • Olip, diperankan Rizky Hanggono. Olip ini ceritanya berasal dari Aceh, lulusan Taruna Nusantara, paling alim, dan suka banget perang-perangan. Digambarkan jelek, tapi menurut gw sih Rizky Hanggono ini kegantengan. Hahaha. Olip jomblo karena gak berani menyatakan cintanya. Dia digambarkan ngejar-ngejar Asri (Rianti Cartwright) sampai 3 tahun tanpa hasil apa-apa.

Ceritanya, keempat sobat ini adalah saudara senasib-sepenanggungan-sependeritaan dalam mengarungi bahtera kejombloan,dengan sifatnya masing-masing. Tapi fokus dari ceritanya adalah bagaimana Agus mulai berpacaran sama Rita (Richa Novisha) yang juga teman sekolahnya dulu, lalu bagaimana Agus selingkuh dengan Lani (Nadia Saphira), dan ditambah drama konflik antara Bimo-Febi dan threesome Doni-Asri-Olip.

Cerita diawali dengan keberangkatan Agus, Bimo, Doni, dan Olip untuk melakukan perbuatan kriminal, yaitu mengantar Bimo membeli ganja di kampus Universitas Jatinangor dengan menggunakan angkot, dan dengan resiko tertangkap basah sebagai jomblo yang ngeceng di kampus orang. Adegan ini berakhir tragis dengan perlakukan yang tidak senonoh terhadap Bimo akibat dia mabok di kampus orang.

Selanjutnya, Agus bertemu Rita di sebuah minimarket. Mereka ngobrol-ngobrol, dan janjian bertemu lagi di rumah Rita. Agus pun datang, ditemani Doni. Sementara Doni mengajak main keponakan kembarnya Rita sampai hampir diamuk massa karena dituduh menculik, Agus dan Rita ngobrol-ngobrol sampai akhirnya mereka berdua memutuskan berpacaran.

Hubungan Agus dan Rita pada bulan pertama itu indah bangeeet. Tapi bulan-bulan berikutnya adalah ujian bagi mereka berdua, khususnya bagi Agus. Agus merasa frustasi sampai akhirnya ia bertemu Lani, dan memutuskan buat berselingkuh.

Sementara Olip masih belum berani mengungkapkan perasaannya pada Asri, Doni masih saja jadi playboy yang baik dan layak menyandang gelar Sarjana Percintaan, dan Bimo menemukan Febi lewat telepon, yang berakhir dengan tragis: Febi gak pura-pura gak kenal waktu ketemuan sama Bimo.

Pada akhirnya, Asri ditelikung Doni, dan Olip tidak terima. Doni bilang itu gak jadi salah dia karena Asri belum terikat siapapun, sedangkan Olip beragumen kalau dia sudah lebih lama menyukai Asri, walaupun kenyataan bicara bahwa Asri lebih memilih Doni.

Sedangkan Agus akhirnya memutuskan untuk kembali pada Rita, menyadari kesalahannya, dan memutuskan hubungan dengan Lani. Akhir yang menyedihkan sekaligus adil, karena Agus memutuskan untuk tetap memegang komitmennya dengan Rita. Dan akhir yang tragis karena persahabatan mereka berempat hancur karena perempuan.

Kisah mereka berempat itu banyak dipenuhi komedi, sekaligus pesan moral. Film ini mengajarkan bagaimana memulai dan me-maintenance sebuah hubungan, dan menunjukkan bagaimana sesuatu yang salah itu salah, dan harus diperbaiki. Film ini bagus buat belajar membina hubungan dengan pasangan.

Itulah yang gw suka. Film komedi yang cerdas, gak murahan, dan penuh pesan moral. Patut ditonton. Dialognya bagus, dalam, dan mengandung pesan yang sering kali menampar kita yang menontonnya. Ada beberapa quote yang gw suka dari film ini:

  • “Lebih susah deketin wanita untuk hubungan serius, daripada hubungan singkat.” (Agus)
  • “Cinta bisa datang. Cinta bisa memilih. Cinta juga bisa pergi. Tapi ada satu yang cinta ngga bisa lakukan: CINTA NGGA BISA MENUNGGU.” (Donny kepada Olip)
  • “Kalau saya terus nyari yang lebih baik, suatu saat juga saya akan ninggalin kamu. Saya harus punya komitmen. Dia juga gitu. Kita berdua tuh udah mau berubah” (Agus kepada Lani, di hari perpisahan mereka) <–sumpah ya, full dialog-nya yang bagian ini bikin merinding gw lho. Serius, menggambarkan ketegaran dan kedewasaan, bikin sedih.
  • “Kalau gua sendiri mah ya, menurut gua mah gak bakal ada dua orang yang cocok banget. tetap harus saling mengerti saling menerima dan saling menghormati” (Agus, dalam narasinya)
  • Olip: “Aku takut salah tingkah, Don. 3 tahun aku memendam cinta sama dia. Aku bisa hancur kalau lihat itu semua terbuang percuma karena aku salah 1 detik. Cintaku ke dia itu sempurna, makanya aku ingin semuanya tuh…perfect.”
    Donny: “Tapi, ada satu hal yg bikin cinta lo ke dia itu nggak perfect. Dia ngga tahu cinta lo itu ada.”
  • Agus: “Don, gua sebenernya salah nggak sih Don mendua kayak gini?”
    Doni: “Gus, ada dua alasan kenapa orang selingkuh, ya. Pertama, dia belum bisa memberikan yang terbaik buat pasangannya, atau sebaliknya, pasangannya belum bisa memberikan yang terbaik buat dia. (…) Gus, kalo elo mau selingkuh, silahkan selingkuh. Emang itu salah, tapi kan setidaknya elo tau itu salah. Daripada lo gak pernah tau mana yang salah, mana yang bener.”

Ada beberapa lagi, tapi gw lupa. Yang jelas, film ini adalah film Indonesia pertama yg gw suka. Memang mantap sih film ini. Belum nonton? Ditonton deh, gak rugi!

Iklan

Diskusi

2 thoughts on “[Review] Jomblo: Sebuah Komedi Cinta (2006)

  1. ada yang punya filmnya gak nih Gan.?

    Posted by wawa ozaan (@wardcoholic) | 17 Oktober 2012, 20:30

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: JOMBLOLOGY « AK07 ~Livin' in Your Eyes~ - 16 Juli 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kicau

%d blogger menyukai ini: